Rabu, 29 Februari 2012

Teman Lebih Dari Teman

Kebersamaan yang takkan pernah terasa cukup untuk dinikmati adalah saat kita bersama orang-orang terkasih.

Itu menurut pendapat saya, lalu bagaimanakah menurut anda? Orang-orang terkasih bukan hanya si dia atau pacar ataupun kakasih, melainkan orang-orang terkasih disini dalam artian yang luas, yakni keluarga, teman, dan sahabat terdekat.

kebahagiaan tak hanya di dapat saat tengah bersama kekasih tercinta, melainkan juga saat kita tengah bersama sahabat, keluarga, dan teman. Banyak hal yang dapat dilakukan saat kita bersama sahabat, misalnya pergi kesutau tempat wisata hanya untuk sekedar refreshing atau mendiskusikan sesuatu. bisa juga, hanya duduk-duduk di taman kampus sembari menanti datangnya dosen. semua hal akan terasa menyenangkan jika di lalui bersama-sama.


sahabat adalah seseorang yang lebih dari sekedar teman. sahabat adalah seseorang yang lebih kita percaya untuk menyimpan curahan hati kita. namun, setiap orang mempunyai kriteria tersendiri tentang seseorang yang bisa dia katakan sebagai sahabat. hal yang terpentinga adalah kita harus pandai-pandai dalam mencari teman. karena tidak semua teman itu baik untuk diri kita. kita boleh berteman dengan siapapun, bahkan kita sesama muslim adalah bersaudara. akan tatapi, untuk lebih baiknya kita memilih teman yang mampu membuat kita lebih baik kedepannya, yang mau membenarkan jika kita salah, yang bisa menjadi panutan untuk tetap berada di jalanNYA.

sahabat bukanlah orang yang slalu mendukung kita saat kita melakukan kesalahan maupun saat kita menjauh dariNYA, melainkan ia berani mengingatkan kita saat kita salah, saat kita lengah dariNYA dan mau menjadi panutan. 

sebagai sahabat, kitapun tak boleh egois atau menang sendiri. dan diri saya pribadipun mengakui bahwa menjaga keharmonisan sebuah persahabatan itu sulit. di butuhkan suatu penyatuan hati dan perasaan, harus mampu mengalahkan keogoisan. oleh karena itu, jagalah sahabat dan ikatan persahabatan anda agar tetap harmonis dan sinkron. masalah itu pasti selalu ada, namun smua itu dapat di selesaikan. so, don't stop loving your beloved friends, and keep your friendship. :D


nb :: ini adalah curahan hatiku, untuk semua sahabat-sahabat terbaikku. yang slalu temaniku dan mengingatkanku kala aku salah. thanks a lot. i love you so much. :*

Selasa, 28 Februari 2012

Bom Waktu



Waktu. Waktu adalah hal yang sangat berharga untuk kita. Tidakkah kita menyadari akan hal itu? Lantas sudahkah kita memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya? Tidak membiarkannya terbuang sia-sia? Hanya masing-masing dari diri kita yang mengetahui dan bisa menjawab akan pertanyaan-pertanyaan itu.
Renungkanlah sobat.
Waktu 45 menit terasa begitu lama jika untuk berdzikir dan bersujud kepadaNya. Akan tetapi betapa singkatnya waktu 45 menit itu jika digunakan untuk melihat sebuah pertandingan sepak bola secara langsung di stadion. Berdzikir dan brsujud kepadaNya adalah cara kita agar selalu mengingatNya, mengingat semua kebesaran dan kekuasaanNya. Namun hal itu terkalahkan oleh sebua keasyikan menonton sebuah pertandingan se[ak bola, untuk menantikan sebuah gol. Padahal semua itu tidak akan dipertanyakan kelak olehNya di akhirat kelak. Itu semata-mata hanya untuk kesenangan dunuawi saja. Tidakkah kita menyadarinya?
Betapa lamanya waktu 2 jam untuk berdiam diri dimasjid, untuk beri’tikaf membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an dan juag untuk memahaminya. Itu semuanya terasa sangat lama. Tetapi betapa cepatnya waktu 2 jam itu jika digunakan untuk menonton film di bioskop. Menikmati pemutaran film. Masjid adalah Baitullah, rumah Allah tuhan pencipta alam semesta, tempat yang suci dan teduh. Apakah tidak lebih baik kita meninggal saat sedang berada didalam masjid, saat kita tengah bersimpuh , bersujud memohon ampunanNya daripada kita meninggal saat tengah berada di bioskop dalam kemaksiatan?
Butuh waktu berapa lama sobat untuk menghafal Al-Qur’an dan menghafal lagu-lagu cinta populer? Membutuhkan waktu yang lama untuk menghafal Al-qur’an dan memerlukan waktu yang sangat singkat untuk menghafal lagu-lagu cinta populer. Begitukah jawabanmu sobat? Jika iya, sungguh sagat menyedihkan. Kalam Allah yang penuh makna yang terkandung didalamnya dan sangat bermanfaat, tergantikan dengan syair-syair lagu yang tidak bermakna dan tidak bermanfaat.
Semua orang menginginkan tempat yang paling depan untuk menonton konser, akan tetapi menginginkan tempat sholat atau shof yang paling belakang dalam sholat Jum’at. Lebih lama mana Jum’atan dibandingkan dengan menonton konser? Tentunya lebih lama menonton konser. Tetapi mengapa pada shalat Jum’at dimasjid lebih memilih shof yang paling belakang? Padahal dikonser penonton harus berdiri berdesak-desakan, sedangkan dalam shalat Jum’at para jama’ah duduk dengan leluasa dan tidak berdesak-desakan. Dalam shalat berjamaah shof yang paling mendapat pahala dariNya adalah shof yang pertama atau shof yang paling depan tepat dibelakang imam. Lantas adakah pahala yang sama pada saat menonton konser dan menempati tempat yang terdepan?? Pikirkan kembali sobat!
Berada didepan televisi selama berjam-jam lebih terasa enak memang jika dibandingkan dengan mengikuti seminar-seminar keislaman yang penuh dengan manfaat dan pengetahuan untuk diri kita. Padahal tayangan-tayangan dalam televisi tersebut belum tent banyak mengandung manfaat bagi diri kita, melainkan banyak mudhorot yang terkandung didalamnya.
Itulah sobat, beberapa contoh, gambaran dan pembanding yang bisa kita jadikan tolak ukur apakah kita sudah dengan baik memanfaatkan waktu yang kita miliki secara baik??  Renungkan dan fikirkan. Kita tidak mengetahui kapan ajal akan menjemput kita. Disaat kita dalam keadaan baikkah? Atau disaat kita tengah dalam situasi buruk. Disaat kita tengah berada dimasjid bersimpuh kepadaNya, ataukah saat kita tengah dalam kemaksiatan kepadaNya????
Tanya hati kecilmu sobat, jalan mana yang ku inginkan.
Selamat atau laknat!!

nb: tulisan ini saya buat saat saya tengah ujian mid semester pada kelas 3 SMApelajaran Bahasa Indonesia, dan alhamdulilah dengan hasil yang memuaskan. Artikel inilah yang memberi saya motivasi untuk menulis, mengapa demikian? karena, satu komentar yang dari ibu gurulah yang memotivasi saya.