Selasa, 25 Desember 2012

Kembali Melukis Mimpi

September lalu merupakan september kelabu bagiku. Mengapa demikian? karna disana pupuslah semua mimpi dan harapanku. Hingga akhirnya kuputuskan untuk tak menulis lagi. karena sungguh luka itu begitu dalam hingga rasanya enggan untuk menengoknya kembali. Dan kini aku kembali dengan jiwa dan semangat baru.

Di penghujung tahun ini, inginku kembali melukis mimpi dan asaku yang sempat terkoyak hingga jatuh berkeping-keping. Dengan kisah hidup yang seperti itu, aku menjadi mengerti akan hakikat hidup ini. Tak selamaya merasakan bahagia, namun kesedihanpun kadang turut menjadi penghiasnya. Tak terpenuhinya cinta bukanlah akhir dari segalanya, karena kekekalan cinta akan selalu ada dalam hati manusia, karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk pendamba cinta. Namun, sebesar apapun kecintaan terhadap makhluk tak boleh menggeser kecintaan kita terhadap pencipta. karena Dialah sang Maha Pemilik dan Pemberi Cinta.
Jangan sampai kita menjadi manusia bodoh yang tunduk akan cinta, yang rapuh dan menyerah karna cinta. Dan jangan sampai pula kita terjebak cinta yang hanya sementara. termasuk kecintaan pada dunia dan makhlukNya.

-eRvida-

Minggu, 16 September 2012

. . . .

saat ku yakin bahwa memang dia yang Kau catatankan sebagai imamku,
ternyata Kau sadarkan aku lebih cepat bahwa bukan aku yang kan menjadi bidadarinya,
mulanya aku memang menangis,
karna memang kubiarkan semua kekecewaan itu meluap,
karna memang kubiarkan seluruh lara kan hanyut bersama derai airmata,

sakit dan pilu yang kurasa bukan menjadi alasan untuk menjauh dariMu
karna sesungguhnya aku sangat meyakini bahwa Kau kan gantikan dengan seseorang yang lain,
yang memang mau menerima aku apa adanya,
yang mendapat restu dari kedua ibu bapaknya,

tiada hal lain yang bisa kulakukan selain ikhlas,
ya mengikhlaskan semua asa yang menguap begitu saja,
dan kini kembali kubangun asa itu,
sendiri,,
sendiri karna memang aku memilih sendiri,
karna masih terlalu jera tuk kembali rasakan cinta,
kubiarkan hatiku berjalan meniti terjalnya hidup,
kuajarkan padanya agar senantiasa menggantungkan harapan padaMu,
maka bimbinglah hati ini untuk senantiasa berada dalam dekapanMu,
karna tiada cinta lain yang mampu menandingi cintaMu padaku,
dan ku yakin itu..

-eRvida-

Kamis, 13 September 2012

Terulang. . .


Lagi dan terulang kembali
Saat ku tak mampu lagi menatap terang cahayanya
Saat ku tak kan bisa lagi berada disisi sinarnya
Saat ku harus meredupkan sinarku untuknya
Untuk cahaya yang slalu kudamba
Cahaya bintang
Entah aku atau engkau yang meredup
Yang kurasa saat ini
Berat untuk meredupkan sinarku
Lantas haruskah aku berpura-pura redup dan meninggalkanmu?
Ataukah akan tetap berdiri diujung gulita menanti cahayamu?
Sampai saat ini pun tak pernah ku tau apa isi hatimu
Fantasikah semuanya saat kita lalui gelap malam bersama?
Rasaku ini selalu sama, kemarin hingga esok kuberharap tetap sama
Ku akan menunggu saat bulan dan bintang kan dipertemukan dalam suatu malam yang indah
Layaknya perkataanmu dahulu
Namun sekarang akupun mengerti mengapa kau seperti ini dahulu
Karena memang bulan dan bintang tak akan pernah bertemu dalam malam yang indah

                                                                -eRvida-

Selasa, 11 September 2012

Jika Aku Jatuh Cinta


Ya Allah, jika aku jatuh cinta
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya kepada-Mu
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta
Jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya bertaut pada-Mu
Agar aku tidak terjatuh dalam jurang cinta semu

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati
Jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu
Rindkanlah aku pada seseorang yang merindu syahid dijalan-Mu

Ya Allah, jika aku rindu
Jagalah rinduku padanya agar aku tidak lalai merindukan syurga-Mu

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kasih-Mu
Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu
Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu

Ya Allah, jika Engkau halalkan aku merindui kekasih-Mu
Jangan biarkan aku melampaui batas
Sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu


                                                                                                            -Langit Taman Hati-

Kamis, 09 Agustus 2012

engkau dan aku

aku
akan tetap berangan meski engkau tak lagi bersinar

aku
akan tetap berdiri meski engkau tak lagi menanti

aku
akan tetap tersenyum meski engkau tak menghendaki

aku
akan tetap melangkah meskipun  engkau enggan

aku
akan tetap menjadi aku dari adanya kau hingga mungkin tak ada lagi disampingku

melewati senja dalam sendiri akupun sudah biasa
mengarungi pekat gulita sendiri akupun mampu
melawan badai airmata sendiri akupun bisa
meski terkadang merasa ada sesosok yang hilang

aku tau engkau tak berani mekukis semua keindahan yang ingin kita lewati kelak
aku tau engkau enggan mengumbar janji dan kata cinta
aku tau engkau akan selalu menjaga kesucianku
aku tau engkau tak ingin mendahului kehendak Rabmu

anganku tinggi bergantung disudut pelangi
karna ku ingin indahnya dapat dirasakan oleh semua orang kelak jika terwujud
dan akan tetap menjadi indah pada waktunya jika tak terwujud
karena pasti akan ada keindahan lain
di lain waktu dan di lain hati

tetaplah menjadi dirimu seperti yang ku tau ataupun yang tak ku tau
ku bahagia dapat mengenalmu lebih dekat
lebih dekat dengan hatimu, meski aku tak tau apa yang ada dalam hatimu. .
namun yang ku tau, adanya dirimu di hariku
membuatnya semakin indah dan bermakna. .

Selasa, 07 Agustus 2012

entah..

dahulu kau selalu tampak bercahaya saat bersamaku. namun kini engkau terlihat sedikit redup. mengapa? apakah sudah enggan kau berbagi cahaya dengaku? dahulu setiap aku berada di tempat ini, engkau selalu ingin menemuiku, temani malamku. namun sekarang pun aku lewati ini sendiri.
tau kah engkau, meski begitu aku selalu berusaha nampak behagia didepanmu, selalu bersikap seperti tak ada apa-apa, kupendam semua luka, ku pusatkan semua rasa padamu.
Rindu. itu yang kini kurasa, apakah seua ini hanya perasaanku saja, ataukah memang engkau berusaha menjauh dariku?
entahlah, , , ,
mencoba menepis semua itu mungkin adalah pilihan terbaik..
tak mau ku melukai hatiku sendiri dengan berbagai prasangka yang belum tentu itu akan menjadi kenyataan..

hanya bersandar pada pertolonganMU ya Rab, tunjukkan dan berikanlah jalan yang terbaik bagiku, bagi kami, 
kan ku relakan ia, jika memang Engkau memiliki pendamping yang pantas untuknya
kan ku relakan ia, asalkan ia tetap dapat bersinar
ka ku relakan ia, kan ku relakan ia dan kan kupendam rasaku padanya
karena sesungguhnya akupun tak berhak menuntut lebih padaMU,
mengingat begitu banyak nikmat yang kau berikan untukku
untuk hidupku saat ini

jika memang benar adanya cahayanya tak lagi untukku
berikan ketabahan untukku. .
agar dapat tetap aku bersujud padaMU.

Senin, 06 Agustus 2012

T.T

beribu cara slalu ku lakukan untuk memendam rasa cemburuku padanya
beribu cara slalu kulakukan untuk memendam luka
lantas mengapa kini engkau begitu marah saat ku hanya melakukan sedikit salah??

tak taukah engkau betapa sulitnya aku untuk memahamimu
betapa sulitnya aku untuk menepis semua rasa kecewaku
betapa sulitnya untuk tetap tersenyum meski hatiku perih

kiniku mulai kembali belajar
bahwa hal yang aku anggap kecil belum tentu engakau anggap kecil juga

tau kah kau, aku berharap Agustus ini akan menjadi Agustus terindah
namun ternyata aku salah
Agustusku penuh dengan genangan air mata
pilu, perih yang ku rasa

tau kah kau
aku akan tetap mencoba dan berusaha berdiri
menjadi setegar apapun

ku akan tetap menantimu diujung malam
ku akan tetap menunggumu bersama gulita
entah mengapa semua sakit ini rela ku rasakan
mungkin karena begitu besarnya rasa ini padamu

lantas, apa kau tak menyadarinya??
hingga terseok tetap ku coba tersenyum
menepis segala kekecewaan-kekecewaan

namun mengapa sesakit ini yang kau beri dengan tiba2..
T.T

Jumat, 13 Juli 2012

Menangis Hingga Tak Berairmata


Kembali menguak sebuah karya penuh semangat dan inspirasi untuk tak terus menerus menjadi pribadi yang keji, karna tak mampu memaknai hidup. Fidi Mahendra dalam bukunya yang berjudul "Winner Of LOVE-Jalan Cinta Para Pemenang", menorehkan sebuah kisah yang sangat bermakna. Saya sedikit akan mencoba untuk mengambil pelajaran dari kisah tersebut.

Kegagalan. Setiap orang pasti pernah mengalaminya, lantas apa yang anda lakukan saat kegagalan tengah menyelimuti hidup dan hari-hari anda. Menyesal? Menangis? atau bahkan mengacuhkannya?. Allah membebani hambanya dengan suatu masalah tidak akan melebihi batas kemampuannya. Begitu juga dengan kegagalan yang pernah menimpa kita. 

Dalam bukunya yang salah satu bab awalnya membahas tentang kegagalan, ada sebuah kisah dari seorang lulusan dari universitas terkemuka, namun ia selalu gagal setiap mengikuti tes pegawai. Tes apapun yang ia lalui semuanya menuai kegagalan. Padahal ia sudah rajin beribadah, berdo'a, shlat tahajud, dan ibadah-ibadah lainnya. Hingga pada akhirnya ia mendatangi seorang ustadz.

"Ustadz, katanya Allah itu selalu mengabulkan do'a hambanya." "Betul," jawab ustadz.

"Saya telah berdo'a setiap hari, shalat tahjud, puasa sunnah, dan semua amalan-amalan lainnya telah saya lakukan, mengapa Allah belum juga mengabulkan do'a saya? Padahal do'a saya sangat sederhana bahkan amat sangat sedrhana, saya hanya ingin dapat kerja."

Ustad itu berpikir sejenak, memahami keluhan anak muda di depannya. Lalu ia berkata, "mungkin kamu belum maksimal dalam belajar?"

"Belum maksimal bagaimana? Siang malam saya belajar, ,membaca semua trik-trik soal, ikut bimbingan, latihan-latihan, membaca koran bahkan semua informasi baik di media cetak maupun televisi selalu saya ikuti. Kurang apa coba?" Setengah marah anak muda ini mengeluarkan semua unek-uneknya.

Sambil menghea nafas panjang, tiba-tiba sang ustad berdiri dan menjabat tangan anak muda itu. "Selamat anak muda," katanya.

"Hah..maksudnya?" tanya pemuda itu keherann.

"Allah sedang mempersiapkanmu menjadi seorang pemimpin. Allah sengaja memberikan kegagalan demi kegagalan dalam hidupmu sampai akhirnya engakau tidak menangis dan mengeluh akan kegagalan itu. Allah sedang menggemblengmu menjadi pendekar hidup, menjadi ksatria."

"Saya belum mengerti."

"Kegagalan akan mengajarkanmu menjadi orang yang tahan uji. Bila engkau gagal lalu menangus setelah itu bangkit lagi, gagal lagi, mengais, bangkit lagi. Hingga akhirnya suatu saat engkau gagal, engakau tak lagi menangis karena engakau paham bahwa kesedihan tak akan membantu apa-apa, itu namanya engkau sedang dilatih oleh Allah untuk menjadi sosol yang tegar menjalani hidup."

Pemuda itu mulai mengerti perkataan ustad. "Lalu kapan saya akan berhasil? Dan mengapa do'a-do'a saya tak satupun dikabulkan oleh-Nya?"

"Keberhasilan dan kesuksesan hanyalah soal waktu, yang penting engkau berproses dulu. Do'amu memang sengaja tak dikabulkan di dunia karena itu menjadi tabunganmu di akhirat, Dan memang Allah suka untuk tidak mengabulkan do'amu agar engkau selalu berdo'a, berdo'a dan berdo'a, karena itu membuatmu lebih dekat dengan-Nya."
                                                                         ***

Ambillah petuah dan pelajaran dari kisah ini sobat, bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya. Bahkan sebuah kegagalanpun sangat besar ilmunya, sangat besar manfaatnya jika kita bisa untuk berpositif thinking, ber khusnudzon terhadap setiap rencana-rencana Allah.

Terkadang kita menyerah hanya karena sekali terjatuh dalam kegagalan, lalu mengeluh dan putus asa. Ketahuilah, bahwa keseuksesan adalah satu langkah di depan kegagalan. Kesuksesan sejati hanya didapat setelah kita mampu melewati ribuan kegagalan. Dan kesuksesan pasti datang setelah kegagalan. Seperti datangnya pagi selepas malam.

Semangat adalah satu-satunya hal yang kita butuhkan, selain itu kita juga butuh kesabarann untuk bangkit dari kegagalan. Dalam Al-Qur'an pun telah dijelaskan bahwa manusia akan di uji terus menerus, yakni dalam Q.S Al-Baqarah:214.

Marilah bangkit kawan, kejar mimpi rengkuh dalam genggammu dan wujudkan itu. :D

#sedikit banyaknya terimakasih, semoga bermanfaat. :D
maaf jika terdapat kekurang sempurnaan.

Sumber : "Winner of Love- Jalan Cinta Para Pemenang" karya Fidi Mahendra.


Tak kan Padam

beriringan rasa yang kurasa
ketika memandang kilau binar parasmu
entah apa yang membuat hati ini begitu luluh
tertahan berjuta rindu dalam sebongkah hati ini
berdesakan ingin segera terbalas
keteguhan hati dan kesabaran perlu dilalui
karena bukan rasa semulah yang ku ingin
namun rasa hakikilah yang ku ingin

bersabarlah engkau disana
dan ku disini juga kan tetap menanti hadirmu tuk ikrarkan itu
berbisik ku titipkan rindu pada gulita
lewat hembusan angin yang kan tertuju pada cahaya
cahaya nan jauh disana bertahta bersama cahaya
bulan dan bintang
sinarnya yang tak kan padam
laksana hati ini yang tak kan pernah padam menunggu dalam penantian

Selasa, 03 Juli 2012

Tugas Akhir Membaca Komprehensif


Nama  : Neo Ervida
Nim     : A310110041
Kelas   : IIA


Resensi Buku

Judul                : Negeri 5 Menara
Pengarang      :  A.Fuadi
Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit    : November 2010
Tebal                : 423 halaman
Jenis                 : Fiksi


Menggapai Puncak Mimpi

            Alif dengan berat hati memenuhi permintaan amak dan ayahnya untuk meneruskan pendidikannya di lembaga pendidikan yang berbasis agama. Pupus sudah keinginannya untuk masuk di sekolah negri favorit seperti yang telah ia impikan bersama Randai sahabat masa kecilnya. Pondok Madani adalah pilihan yang ia ambil, entah apa yang membuatnya bertekad bulat untuk merantau hingga ke pulau Jawa. Keputusan setengah hati itu ia ambil setelah menerima sepucuk surat dari Pak Etek Gindo yang menceritakan bahwa Pak Etek memiliki banyak teman di Mesir yang lulusan Pondok Madani di Jawa Timur, dan semua teman-temannya itu selain pintar melainkan juga pandai bahasa Inggris dan bahasa Arabnya fasih.

            Tekad bulatnya ia pegang teguh dan dengan berat hati pula ia melepas cita-citanya untuk melanjutkan di sekolah menengah seperti mimpinya yang kelak bisa meneruskan perguruan tinggi di ITB. Sepanjang perjalanan Alif di hantui berbagai macam perasaan dilema, akan keputusan yang ia ambil. Akankah ia mampu bertahan di sana? Karena di Pondok Madani terkenal dengan kedisiplinannya. Pada khirnya setelah melewati perjalanan yang panjang dan pelik, Alif samapi juga di tempat tujuannya Pondok Madani.

            Hari pertama di Pondok Madani Alif dan ke lima temannya di sihir oleh manta sakti man jada wajadda. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Selain itu ia di pertemukan dengan sahabat-sahabat barunya dengan hukuman jewer berantai, Alif berteman Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Dibawah menara masjid mereka melukis mimpi dan asa. Di bawah bayangan menara mereka melewatkan waktu untuk bercerita tentang impian-impian mereka, membahas pelajaran tadi siang, ditemani kacang sukro. Bagaikan menara cita-cita mereka tinggi menjulang. Dan mereka ingin sampai di puncak-puncak mimpi kelak.

            Novel Negeri 5 Menara yang merupakan kisah nyata yang terinspirasi oleh pengalaman penulis menikmati pendidikan yang mencerahkan di Pondok Modern Gontor. Semua tokoh dalam novelnya terinspirasi dari tokoh asli, beberapa lagi adalah gabungan dari beberapa karakter yang sebenarnya. Sungguh besar kekuatan sebuah mimpi dan asa di tunjukkan penulis dalam setiap bab dalam novel ini. Kepatutan dan ketepatan penggunaan diksi menambah ketertarikan dan minat pembaca untuk terus membaca hingga titik penghabisan cerita. Pengkisahan yang digunakan membuat pembaca serasa berada dalam suasana yang sama dan dapat meraskan ketegangan yang di alami tokoh.

            Cerita yang menggunakan alur flashback awalnya membuat pembaca bingung untuk mencernanya, namun pada akhir cerita kebingungan itu dapat terpecahkan saat penulis menceritakan kehidupan Sahibul Menara pada masa yang berbeda yakni setelah lulus dari PM dan mereka telah mencapai puncak mimpi mereka seperti yang terlukiskan di bayangan menara.
            

Selasa, 26 Juni 2012

Lebih Terang dari Apapun

Dalam gelap tak kutemui jera
Dalam sunyi tak kurasa sendiri
Karna adanya engkau disini
Menemani hampanya hari

Secercah asa kembali terasa
Melonjakkan semangat yang begitu dalam
Tak ingin lekang rasa hati ini
Selalu bersamamu hingga terpejamnya mata

Sayup kudengar bisikan rindu
Remang terlihat sunggingan senyum
Itukah engaku?
Engkau yang bertahta dalam jiwa
Itukah engka?
Engkau yang belakangan ini bangkitkan asa

Indah dan bahagia yang kurasa kini
Tak ingin kurusak dengan ingatan masalalu itu
Cukup hanya kita yang tau dan tentunya DIAlah yang maha tau

Kini kembali kan ku lukis asaku bersama bintang
Bintang yang kan temani Bulan dalam gelapnya malam
Bukan bintang yang tlah redup itu
Melainkan Bintang baru yang lebih terang dari seterang cahaya apapun...

                                                                   -eRvida-

Kamis, 21 Juni 2012

Sama Hebatnya!

Seperti yang telah tertoreh dalam sebuah buku karya kak Oki Setiana Dewi, "Sejuta Pelangi" terdapat sebuah pernyataan. "Menikah dini dan menikah nanti itu sama hebatnya". Pasti penasaran dengan maksud "sama hebatnya". Nah, sekilas saya hanya ingin sekedar berbagi dengan sahabat semuanya. Setelah saya membaca buku kak Oki dalam bab tersebut berdesir hati saya saat membaca tulisan pada piala perak bergilir yang diberikannya untuk Imam, ya karena Imamlah yang pertama kali menikah, dan sesuai kesepakatan bagi yang pertama kali menikah maka ia berhak mendapatkan piala bergilir. Menyenangkan memang.. :D

Keputusan Imam untuk menikah dini adalah suatu keputusan yang tepat, dimana ia telah satu langkah berani mengambil keputusan yang besar dalam hidupnya, yaitu menikah yang notabene adalah untuk menyempurnakan sebagian agama. Namun tak ada salahnya bagi kita yang merasa belum siap untuk masuk kejenjang itu, karena pastilah ada baiknya untuk kita.

Pernyataan menikah dini dan menikah nanti itu sama hebatnya masih dalam tanda petik, yaitu tergantung pada konteksnya. Menikah dini dengan alasan telah siap lahir batin, menyambung tali kasih sayang, menjaga kehormatan diri dan menjaga kesucian, serta menghasilkan keturunan hebat saat usia masih produktif tentu alasan yang tepat. Namun, menikah nanti dengan alasan merasa belum mampu untuk menambah tanggung jawab dan merasa masih sanggup untuk menahan gejolak hasratnya sehingga memilih untuk terus mengisi dan memperbaiki diri terlebih dahulu, itupun alasan yang hebat pula. Begitu ulas kak Oki dalam bukunya dan dalam seminar "Dealova" yang pernah saya ikuti sekitar satu bulan yang lalu.

Kedua alasan tersebut tidak ada yang salah, alias semuanya benar. Tentulah diri kita sendiri yang mampu menilai, seberapa siapkah kita? mampukah kita?. Jangan terburu-buru sahabat, karena menikah itu bukanlah suatu hal yang mudah. Karena dalam pernikahan itu akan mengahdirkan permasalahan-permasalahan baru, yang disana kita dihadapkan untuk bersikap dewasa. 

Menyiapkan diri sembari menunggu itulah pilihan yang terbaik. Jika memang telah merasa mampu dan siap, jemputlah cintamu. Bina rumahtangga penuh kebahagiaan dengan landasan cinta kepadaNYA.

Sekedar share.. maaf jika ada salah kata dan kurang ketepatan dalam diksi..:D

Sumber : Pernik Cinta Oki Setiana Dewi, Sejuta Pelangi. :D

#semoga bermanfaat. jazakillah.. :D

                                                                                                -eRvida-



Rabu, 20 Juni 2012

Rindu di Balik Do'a

Bergumam bibir mengucap rindu
Bergetar hati menatap nanar bayangmu
Sendu rasa hati
Ingin berucap lidah kelu membuka
Hanya mampu terdiam sembari memandangmu

Hingga menghilang tetap ku memandang
Bersemayamnya rindu begitu besar
Bersua tak mampu menyapa
Kelu, dingin, menusuk

Setetespun tak kubiarkan jatuh malam ini
Akan kucoba menjadi sosok tegar
Kembali seperti dahulu saat kumerasakan ini

Kusimpan rindu dibalik do'a
Untukmu yang pernah singgahi hatiku

Bayang di Ujung Senja

Sekilas nampak sesosok bayangan
Tertegun ku menatapnya
Kembali kuputar memori otakku
Dia? tanyaku dalam hati
Benarkah dia?
Dalam keraguan kembali ku memandangnya
Benar, ternyata dia
Lantas mengapa dia nampak begitu menyembunyikan kehadirannya
Oh, aku
Mungkin dia juga menyadari akan hadirku disana


Bayangnya dekat dihadapanku
Namun tak mampu lagi ku merengkuh hatinya


Terpaku ku disana
Kembali memastikan kebenaran indraku
Dan ternyata memang dia


Bayangmu di ujung senja
Kau tetap terlihat angkuh layaknya asamu
Kau tetap terlihat dingin seperti biasa
Sekilas ku lihat sorot matamu yang sempat ku tatap dahulu
Mencoba menelusup adakah tersimpan rindu disana untukku?
Layaknya aku yang merindukanmu


Senja menjadi saksi betapa angkuhnya rasa ini padamu
Tak ku mencoba berpaling
Ku biarkan hingga memang benar-benar mampu menerima hati yang lain


Memandangmu di ujung senja
Menyisakan duka dan rindu yang mendalam


Biarlah saja ku pendam rindu ini
Bersama senja dan pelangi asa

Kamis, 14 Juni 2012

terkuak kembali

sekeras apapun kebencianmu padaku takkan sedikitpun aku menaruhnya dihatiku
meski sakit bahkan perih
biarkan smua itu
biarkan dahulu itu menjadi cerita diantara kita
aku kamu dan dia

sepedih hati hingga tak mampu berkata
sesenyap malam tanpa hiasan bintang
bulanpun menghilang kini

belum lama hati ini tergores luka
saat ini kembali tergores oleh kisah masa lalu
sedikit menyedihkan memang
namun inilah hidup
terkadang tanpa ada airmata selaksa tak sempurna..

terimakasih atas smua kenangan terindah dalam masa silam..
:)
kapanpun kau kembali aku akan tetap menerimamu
bahkan aku menantikan hadirmu kembali
seperti dulu saat putih abu-abu..

karna sesungguhnya aku merindumu kawan.. :'(

Sabtu, 09 Juni 2012

Tugas Membaca Komprehensif


Nama   : Neo Ervida
Nim     : A310110041
Tugas Membaca Komprehensif
Judul jurnal     : Peranan Museum sebagai Sumber Belajar dan Pengaruhnya Terhadap Minat Belajar Sejarah Mahasiswa                 
Oleh                : Kunardi Hardjoprawito (Fakultas Sastra UNS Surakarta)

Abstrak asli :
Penelitian ini bertujuan umtuk memperoleh gambaran tentang pengeruh museum sebagai sumber belajar terhadap wawasan kebangsaan mahasiswa jurusan Sejarah FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta. Di samping itu, dikaji sampai di mana peranan museum mampu menggugah kesadaran para pengajar akan pentingnya lembaga ini dalam pengajaran sejarah, sampai dimana mahasiswa terdorong untuk memanfaatkan museum bagi upaya memperoleh kejelasan informasi kesejarahan, sampai dimana museum dimanfaatkan sebagai objek pendidikan, penelitian, dan kepariwisataan, dan sampai dimana pula museum memberikan masukan kepada lembaga pendidikan sejarah untuk mengembangkan kurikulumnya.
Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) kebanyakan mahasiswa memandang museum sebagai sumber belajar mampu membangkitkan minat belajar sejarah dan meningkatkan wawasan kebangsaan mahasiswa, (2) dengan kesadaran akan pentingnya museum dalam pengajaran sejarah, dalam pelaksanaan belajar mandiri museum seperti halnya sumber-sumber belajar lainnya, pengajar mampu meningkatkan penambahan pengetahuan dan kemampuan mahasiswa, (3) kesadaran dan kepedulian pengajar ini mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan museum bagi upayanya memperoleh kejelasan informasi kesejarahan, (4) ketiga pihak mengetahui bahwa museum dimanfaatkan sebagai objek pendidikan, penelitian, dan kepariwisataan, dan (5) sebagai sumber belajar dan objek penelitian museum banyak memberikan masukan kepada lembaga pendidikan sejarah dalam mengembangkan kurikulumnya.
Kata kunci : museum sebagai sumber belajar, wawasan kebangsaan, kesadaran dan kepedulian pengajar, dan pengembangan kurikulum.

Reproduksi Abstrak
PERANAN MUSEUM SEBAGAI SUMBER BELAJAR DAN PENGARUHNYA TERHADAP MINAT BELAJAR SEJARAH MAHASISWA
                       
Penelitian yang dilakukan oleh Kurnadi Hardjoprawito ini bertujuan untuk memperoleh gambaran terhadap penggunaaan museum sebagai sumber belajar terhadap wawasan kebangsaan mahasiswa jurusan Sejarah FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pengambilan data yang diperoleh dari lingkungan kampus UNS dan permuseuman ( Sonobudoyo, Radyapustaka, Sangiran, dan Museum Bali). Selain itu teknik utama yang digunakan adalah pengamatan dan wawancara. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) kebanyakan mahasiswa memandang museum sebagai sumber belajar mampu membangkitkan minat belajar sejarah dan meningkatkan wawasan kebangsaan mahasiswa, (2) dengan kesadaran akan pentingnya museum dalam pengajaran sejarah, dalam pelaksanaan belajar mandiri museum seperti halnya sumber-sumber belajar lainnya, pengajar mampu meningkatkan penambahan pengetahuan dan kemampuan mahasiswa, (3) kesadaran dan kepedulian pengajar ini mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan museum bagi upayanya memperoleh kejelasan informasi kesejarahan, (4) ketiga pihak mengetahui bahwa museum dimanfaatkan sebagai objek pendidikan, penelitian, dan kepariwisataan, dan (5) sebagai sumber belajar dan objek penelitian museum banyak memberikan masukan kepada lembaga pendidikan sejarah dalam mengembangkan kurikulumnya.
 Kata kunci : museum sebagai sumber belajar, wawasan kebangsaan, kesadaran dan kepedulian pengajar, dan pengembangan kurikulum.

Rabu, 06 Juni 2012

Tulang Rusuk Tak Akan Tertukar

Adam tercipata bersanding dengan hawa. Layaknya satu kesatuan yang tak terpisahkan. Saling melengkapi dengan segala kekurangan. Merubah keterbatasan menjadi suatu kekuatan. Saling mengasihi dan mencintai. Potret cinta kasih antara keduanya terjalin begitu indah di syurganya. Namun, saat tengah dalam kebahagiaan dan cinta yang dalam datanglah syaitan yang menghasut mereka untuk melanggar larangan yang telah ditetapkan   Allah kepadanya. Hingga pada akhirnya mereka dapat hukuman diturunkan ke bumi.

Sekilas kisah tersebut dapat banyak diambil makna dan hikmahnya. Salah satunya ialah bisa kita kaitkan dengan cinta kasih kita terhadap lawan jenis. Perasaan suka bukanlah hal yang tabu dan bukanlah hal yang dilarang. Begitupun rasa sayang apalagi rasa cinta yang slalu bertalian terhadapnya. Kecintaan terhadap apapun yang telah diciptakan sang Maha Pencipta itu bukan suatu larangan, bahkan Rab kita memerintah kita untuk saling mencintai sesama muslim. Namun dengan satu catatan cinta kita terhadap ciptaannya haruslah menajdi cinta yang kesekian, karena tingkatan cinta yang pertama sepantasnya kita persembahkan kepadaNYA Rab pencipta semesta alam. DIA lah yang menjadikan segala sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin, Dia lah yang memberikan kesulitan namun tetap ada solusi dibaliknya, Dia lah pemilik alam semesta beserta isinya, dan Dia lah maha segalanya.

Dengan Maha Segalanya itulah sepatutnya cinta tertinggi kita, kita haturkan kepadaNYA sebagai rasa syukur akan nikmat yang tak terhitung jumlahnya. Sudahkah kita menempatkanNYA pada posisi teratas pada posisi tertinggi di hati serta jiwa kita?? Mari kita renungkan kembali, sebesar apakah yang diberikan oleh seseorang yang kita cintai (dalam artian pacar)?? Pasti ia akan meninggalkan kita kelak,, namun Allah... Dia tak akan sedikitpun menjauh dari kita, malah kita yang lari dariNYA. Dan saat ia yang kita cintai meninggalkan kita, barulah kita mendekat padaNYA, mengadu padaNYA. Tidakkah kita malu terhadapNYA??

Sedikitpun Dia tak akan berkhianat pada kita jika bukan kita sendirilah yang memulai penghianatan itu. Pasti kan kita temui dan pasti Dia akan menghadirkan seseorang yang memang telah Dia suratkan untuk menemani kita kelak, untuk menjadi cinta yang kekal setelah mencintai Dia serta RasulNya. Seseorang yang entah kapan akan dipertemukan kepada kita. Membawa kebahagiaan dan mimpi indah bersama. 

Bersabarlah wahai hati..
Untuk senantiasa menanti dalam sujudmu..
Bersabarlah wahai hati..
Untuk senantiasa mendekat dan bermunajat padaNYA
dan yakinlah wahai hati...
tulang rusuk tak akan pernah tertukar.. 

:D
keep spirit... 
pasti kita bisa menjaga hati kita, hingga nanti saat itu tiba.
Benahi diri untuk menjadi orang pilihan yang akan mendampingi orang-orang terpilih,
:D

Tugas Fonetik Zaman Dulu : Bunyi Bahasa dan Bunyi Suara


Tugas Mata Kuliah Fonetik

1.    Contoh bunyi bahasa
·         “Mushola, mushola..” kata mbak Ihya’ saat adzan magrib berkumandang. Hal ini menunjukkan bahwa mahasantri diimbau untuk segera turun ke mushola untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah.
·         “Maju!” seru Ida saat hendak melaksanakan sholat berjamaah. Makna dari kata maju tersebut adalah, bahwa Ida menyuruh salah seorang temannya untuk maju dan mengisi shof yang masih kosong.
·         “Masuk.” Kata pak Mujazin saat menuju ke ruang 2. Beliau menyuruh mahasantri untuk masuk ke kelas, karena pelajaran aqidah akan segera dimulai.

2.    Contoh suara
·         “Wiyuu...wiyu....wiyu...” bunyi sirine setiap pukul 04.30 wib di Pesma K.H Mas Mansur. Bunyi sirine menandakan bahwa seluruh mahasantri diimbau untuk bangun dan segera mengambil air wudhu lalu turun ke mushola untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah dan dilanjutkan dengan kegiatan ba’da subuh.
·         “Tok...tok...tok...” bunyi ketukan pintu dari committee. Menandakan bahwa agar pintu segera di buka untuk memastikan bahwa mahasantri segera bergegas untuk turun ke mushola dan mengikuti kegiatan yang telah terjadwal.
·         “Cring...cring..” suara lonceng yang berbunyi dari sebuah grobak sate. Hal ini menandakan bahwa ada penjual sate yang lewat.

Tugas DDM Zaman Dulu: kebersihan = Iman


“Kebersihan sebagian dari iman”. Pepatah tersebut notabene sudah tak asing lagi terdengar di telinga kita. Bahkan anak-anak TK pun pasti mengetahuinya. Lalu bagaimanakah dengan lingkunagn disekitar kita? Sudahkah lingkungan kita dapat mencerminkan iman kita?
            Definisi dari kebersihan itu sendiri adalah keadaan bebas dari kotoran, seperti halnya debu, sampah dan bau. Kebersihan lingkungan adalah hal yang harus di jaga. Karena selain hal itu menyangkut kenyamanan kita saat berada dalam lingkungan itu, juga menyangkut kesehatan diri kita. Karena lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya terdapat kuman-kuman dan bakteri-bakteri buruk yang dapat menyebabkan kita terserang penyakit. Misalnya saja, genangan air di gelas atau pun kaleng bekas. Hal ini dapat memicu adanya jentik-jentik nyamuk demam berdarah yang sangat merugikan kita jika kita sampai tersengat olehnya. Kurang bersihnya lingkungan yang kita tempati juga akan membuat kita merasa tidak nyaman dan jijik. Misalnya saja saat kita berada didalam kelas, banyak sampah-sampah yang berserakan dan meja kursi yang berdebu. Tentu saja kita akan merasa jijik dan tidak nyaman saat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Sehingga hal ini dapat memecahkan konsentrasi kita. Hal ini sagat merugikan diri kita, karena kita tidak dapat menangkap hasil dari pelajaran yang disampaikan oleh bapak ibu guru. Selain itu kebersihan juga mencerminkan kepribadian dan iman dari seorang muslim.
            Menjaga kebersihan lingkungan bukanlah hal yang mudah. Hal ini dikarenakan karakter-karakter atau kepribadian dari setiap diri manusia yang berbeda-beda. Menjaga kebersihan lingkungan juga banyak melibatkan semua warga masyarakat di sekitar kita. Oleh karena itu karakter atau jiwa yang sadar dan peduli akan kebersihan lingkungan hendaknya di bentuk sejak dini. Yaitu dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan yang mencerminkan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dalam hal ini peranan orang tua sangatlah penting. Diman orang tua harus mengajarkan dan membiasakan anaknya untuk menerapakan sikap tersebut. Penerapan sikap dan kepribadian seperti ini bisa dimulai dari hal yang kecil dan sederhana. Misalnya saja orang tua mengharuskan anaknya untuk membuang sampah pada tempatnya. Hal ini akan merefleksi si anak untuk berfikir bahwa sampah itu harus di buang di tempat sampah. Dna dengan sendirinya anak akan terbiasa dengan ha tersebut hingga dia dewasa. Namun hal ini juag tak lepas dari bimbingan guru saat ada di sekolah.
            Menjaga kebersihan lingkungan akan memberikan banyak manfaat bukan akibat. Oleh karena itu marilah kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat agar memberikan banyak manfaat untuk kehidupan kita kelak. Dan juga sebai cerminan iman dari seorang muslim.

Selasa, 05 Juni 2012

PPD : Observasi PAUD Darussalam, Nglebak Sragen

Peratama kali menginjakkan kaki di TKP yang hendak kita (Norma. Herlina, Indah dan Saya) serasa jantung mau copot.. dag dig dug dag dig dug..
hihihihihi
padahal cuma mau menghadapi adek-adek kecil yang imuut-immuuut tapi subhanallah sekali dengan karakter yang berbeda beda.

Saat datang kami langsung disambut oleh pengurus PAUD, yang namanya siapa lupa nggak tanya hihi..
trus habis itu kita ikutan ngatur adek2...


setelah ituu kami bergabung dengan mereka... ikut kedalam kelas..
bernyanyi2 riaaa... namun tetap sambil belajar..

















Akhir kisah : Bintang, Bulan dan Pelangi Asa

Bertabur bintang dilangit begitu indah menghiasi malam. Binar bintang kian terang tatkala bersanding dengan bulan. Bulan pun tak dapat menyembunyikan kegembiraannya saat bersanding dengan bintang. Waktu yang dilalui bersama dengan segala cobaan pun dilewati dengan penuh kesabaran. Hingga rasa sayang tumbuh. Sekian hari semakin subur saja rasa itu.

Janji-janji pun terucap. Angan-angan semakin melambung. Asa membuncah menembus khayalan. Begitu indah memang membayangkan dan berandai-andai. Bulan dan bintang melukis asa dalam sebuah pelangi mimpi. Pelangi yang berhias banyak warna menunjukkan keindahan. Selaras asa bintang dan bulan untuk menorehkan mimpi itu bersama. Selamanya.... begitu tutur bintang dan bulan.

Hingga pada akhirnya sesuatu itu terjadi. Seakan bintang begitu menjauh, berlari, hingga menghilang. Berkecamuk dalam hatilah yang bulan rasakan. Namun, tak sedikitpun bulan berprasangka akan suatu hal yang buruk tentang bintang. Hal positif yang slalu ia coba pikirkan. Hari demi hari bulan lalui berteman sepi, tanpa bintang. Detik berlalu menjadi menit, menit beranjak menjadi jam, jam bergantu menjadi hari, hari lapuk menjadi minggu. Tak ada seidikitpun kabar darinya. Makin gundah saja hati bulan akan semua ini.

Detak jantung memburu, airmata luluh dari dua sudut mata. Kepala tertunduk menahan sakitnya hati yang luka. Seakan tak percaya akan kenyataan yang ada didepannya. Hanya mampu menangis...menangis...dan menguatkan hati. Tertusuk hati bulan mengetahui bahwa bintang tlah bersama bulan yang lain. sakit yang teramat ia rasakan membuat dunia disekelilingnya gelap. Tak ada bintang lagi yang kan temaninya nikmati senja, tak ada bintang lagi yang temaninya merasakan dinginnya kerinduan. Merelakannya itulah yang bulan lakukan, meskipun terselip harapan ia akan kembali dan memberikan sepatah alasan. Namun putuslah harapan itu, dan bulan pun beranjak dari keterpurukan. Karna masih ada orang yang lebih mencintainya yang tak akan menyakitinya.

Pada hari itu bintang kembali datang dengan membawa berpatah-patah alasan dan penjelasan. Dan dari percakapan 60 menit kebih 4 menit bulan mendapat suatu kesimpulan, bahwa bintang tak sedikitpun berkhianat pada bulan. melainkan ia hanya berusaha menjaga komitmen ayah ibunya untuk tak bermain asmara. Dengan terisak bulan mendengar semua itu, kata maaf tak putus terucap dari bintang. Begitu juga dengan isak tangis yang semakin menjadi, dan dada yang semakin sesak. Begitu berat memang, namun inilah hidup yang tlah tertulis skenarionya. Bukan layaknya sinetron, namun inilah nyata. Begitu inspiratif memang. Dan banyak hikmah dibalik semua ini.

Kini ku tlah merelakanmu bintangku
Raihlah mimpi dan asamu
Begitu juga aku
Akan tetap meraih asaku dan kembali melukisanya meski tanpamu
Tak akan pernah aku berusaha untuk membenci dan melupakanmu
Biarlah smua ini menjadi kenangan terindah antara kita
Sebuah kisah layaknya dongeng Bintang dan Bulan dalam meraih Pelangi Asa
Terimakasih akan cinta yang pernah kau beri
Sekalipun engkau merasa pudar dan tak bersinar lagi
Namun dalam hatiku masih tetap menyimpan pancaran keindahan sinarmu
Karna bagaimanapun Bulan kan tetap bersanding dengan Bintang


Bulan.

Takkan Berhenti


Jejak langkah tak terhenti
Terseok meniti terjal
Terjatuh tertimpa reruntuhan
Sakit, pedih, dan luka adalah hal biasa
Namun tak gentarkan kaki tuk tetap melangkah
Duri tajam bagaikan kawan
Angin topan bagaikan sandingan
Cucuran darah terihat dari telapak kaki
Namun ia tetap melangkah dan melangkah
Derasnya hujan tak goyahkan tekad
Bahkan sesekali ia berlari
Berlari mengejar impian dan citanya
Untuk bersanding dengan Rab semesta alam dalam alam yang kekal
Yakni syurga...

Sabtu, 12 Mei 2012

Tamat.

ku hanya mencoba mengerti akan inginmu terhadap ini
baiklah..
jika kau inginkan ini berakhir,
aku akan meng IYA kan inginmu
seperti katamu, yang kita fikirkan tak hanya esok yang akan terjadi
melainkan diwaktu yang akan datang juga
okke
aku terima keinginanmu untuk ini
terimakasih untuk semua kebahagiaan itu.
tetaplah wujudkan mimpimu
tetaplah menjadi orang yang berwibawa seperti inginmu.
tutup masalalu kita,
buka lembaran baru untuk lebih baik.

sebenarnya aku inginkan sebuah penjelasan
namun, jika kau tak berkenan tak apa lah
aku mengerti.

live must go on.. :D

Kamis, 10 Mei 2012

Jika Memang Esok

jika memang esok tak kan ku dapati bahagia
jika memang esok tak kan ku dapati senyummu lagi
jika memang esok tak kan ku dapati hadirmu untukku lagi
hanya ketegaran hati yang mampu ku tunjukkan


kan ku iringi perginya dirimu dari hidupku dengan senyum mengikhlaskan
panjatan do'a untukmu senantiasa terlantun tuk kebahagiaanmu
kebahagiaan seperti yang kau pinta yang tak kau dapatkan dariku
tulus hati kan berusaha tuk terima segala keputusanmu esok


jujur
ku masih bahkan slalu berharap kau kan tetap bersamaku
jujur
ku masih menanti bahkan slalu menunggu hadirmu kembali temaniku tuk habiskan senja


namun jika memang smua harus berakhir esok
tak mampuku berkata apapun lagi
karna lidahpun kelu segetir hati ini
membayangkannya saja aku tak mampu
takut, jera ,
hanya rasa itu yang hadir silih berganti


menunggu esok serasa begitu lama
hari ini kuseka airmataku
hari ini kembali kukenang smua yang pernah kita lewati
hari ini kutegarkan hati tuk hadapi esok


ingatlah apapun yang terjadi esok
tetap engkaulah bintangku
meskioun tak lagi kau anggap aku ada
ku kan selalu ada untukmu

Rabu, 09 Mei 2012

Inginkan Bintangku Kembali Terangi Bulan


saat ini aku merasa kehilanganmu bintang
kehilangan seberkas cahayamu
taukah kau hatiku gelap saat ini
tanpa cahayamu


bulan tak bersinar secerah biasa
redup tertutup mendung
mendung yang tersudut di pelupuk matanya
yang mencoba tegar menahan getir prasangka hati


bulan hanya mampu berharap bintang akan kemali bersamanya
memberikan keindahan pada semua
memberi hiasan pada semesta


terseok langkahku tanpamu bintang
terjatuh seakan tak terjatuh
terluka namun tak berdarah


aku yang disini slalu menantimu
aku yang disini slalu berusaha menjadi seseorang yang pantas tuk kau cinta
berharap akan menjelang kebahagiaan itu bersamamu


bukanlah harta berlimpah yang ku ingin
bukanlah makan megah yang ku ingin
perhatian cinta tukus darimulah yang aku ingin


bintang,
ku menantimu di sudut senja
masih sama dengan rasaku padamu dulu
bahkan bertambah


bintang,
maafkan aku yang tak sesempurna seperti inginmu


bintang,
sekali lagi ku berucap dalam hati
bahwa
aku 
mencintaimu karenaNYA..


bintang,
ku tetap menantimu di sudut senja tuk wujudkan mimpi kita.


bintang,
bintang,
bintang,