Dalam gelap tak kutemui jera
Dalam sunyi tak kurasa sendiri
Karna adanya engkau disini
Menemani hampanya hari
Secercah asa kembali terasa
Melonjakkan semangat yang begitu dalam
Tak ingin lekang rasa hati ini
Selalu bersamamu hingga terpejamnya mata
Sayup kudengar bisikan rindu
Remang terlihat sunggingan senyum
Itukah engaku?
Engkau yang bertahta dalam jiwa
Itukah engka?
Engkau yang belakangan ini bangkitkan asa
Indah dan bahagia yang kurasa kini
Tak ingin kurusak dengan ingatan masalalu itu
Cukup hanya kita yang tau dan tentunya DIAlah yang maha tau
Kini kembali kan ku lukis asaku bersama bintang
Bintang yang kan temani Bulan dalam gelapnya malam
Bukan bintang yang tlah redup itu
Melainkan Bintang baru yang lebih terang dari seterang cahaya apapun...
-eRvida-
Selasa, 26 Juni 2012
Kamis, 21 Juni 2012
Sama Hebatnya!
Seperti yang telah tertoreh dalam sebuah buku karya kak Oki Setiana Dewi, "Sejuta Pelangi" terdapat sebuah pernyataan. "Menikah dini dan menikah nanti itu sama hebatnya". Pasti penasaran dengan maksud "sama hebatnya". Nah, sekilas saya hanya ingin sekedar berbagi dengan sahabat semuanya. Setelah saya membaca buku kak Oki dalam bab tersebut berdesir hati saya saat membaca tulisan pada piala perak bergilir yang diberikannya untuk Imam, ya karena Imamlah yang pertama kali menikah, dan sesuai kesepakatan bagi yang pertama kali menikah maka ia berhak mendapatkan piala bergilir. Menyenangkan memang.. :D
Keputusan Imam untuk menikah dini adalah suatu keputusan yang tepat, dimana ia telah satu langkah berani mengambil keputusan yang besar dalam hidupnya, yaitu menikah yang notabene adalah untuk menyempurnakan sebagian agama. Namun tak ada salahnya bagi kita yang merasa belum siap untuk masuk kejenjang itu, karena pastilah ada baiknya untuk kita.
Pernyataan menikah dini dan menikah nanti itu sama hebatnya masih dalam tanda petik, yaitu tergantung pada konteksnya. Menikah dini dengan alasan telah siap lahir batin, menyambung tali kasih sayang, menjaga kehormatan diri dan menjaga kesucian, serta menghasilkan keturunan hebat saat usia masih produktif tentu alasan yang tepat. Namun, menikah nanti dengan alasan merasa belum mampu untuk menambah tanggung jawab dan merasa masih sanggup untuk menahan gejolak hasratnya sehingga memilih untuk terus mengisi dan memperbaiki diri terlebih dahulu, itupun alasan yang hebat pula. Begitu ulas kak Oki dalam bukunya dan dalam seminar "Dealova" yang pernah saya ikuti sekitar satu bulan yang lalu.
Kedua alasan tersebut tidak ada yang salah, alias semuanya benar. Tentulah diri kita sendiri yang mampu menilai, seberapa siapkah kita? mampukah kita?. Jangan terburu-buru sahabat, karena menikah itu bukanlah suatu hal yang mudah. Karena dalam pernikahan itu akan mengahdirkan permasalahan-permasalahan baru, yang disana kita dihadapkan untuk bersikap dewasa.
Menyiapkan diri sembari menunggu itulah pilihan yang terbaik. Jika memang telah merasa mampu dan siap, jemputlah cintamu. Bina rumahtangga penuh kebahagiaan dengan landasan cinta kepadaNYA.
Sekedar share.. maaf jika ada salah kata dan kurang ketepatan dalam diksi..:D
Sumber : Pernik Cinta Oki Setiana Dewi, Sejuta Pelangi. :D
#semoga bermanfaat. jazakillah.. :D
-eRvida-
Rabu, 20 Juni 2012
Rindu di Balik Do'a
Bergumam bibir mengucap rindu
Bergetar hati menatap nanar bayangmu
Sendu rasa hati
Ingin berucap lidah kelu membuka
Hanya mampu terdiam sembari memandangmu
Hingga menghilang tetap ku memandang
Bersemayamnya rindu begitu besar
Bersua tak mampu menyapa
Kelu, dingin, menusuk
Setetespun tak kubiarkan jatuh malam ini
Akan kucoba menjadi sosok tegar
Kembali seperti dahulu saat kumerasakan ini
Kusimpan rindu dibalik do'a
Untukmu yang pernah singgahi hatiku
Bergetar hati menatap nanar bayangmu
Sendu rasa hati
Ingin berucap lidah kelu membuka
Hanya mampu terdiam sembari memandangmu
Hingga menghilang tetap ku memandang
Bersemayamnya rindu begitu besar
Bersua tak mampu menyapa
Kelu, dingin, menusuk
Setetespun tak kubiarkan jatuh malam ini
Akan kucoba menjadi sosok tegar
Kembali seperti dahulu saat kumerasakan ini
Kusimpan rindu dibalik do'a
Untukmu yang pernah singgahi hatiku
Bayang di Ujung Senja
Sekilas nampak sesosok bayanganTertegun ku menatapnya
Kembali kuputar memori otakku
Dia? tanyaku dalam hati
Benarkah dia?
Dalam keraguan kembali ku memandangnya
Benar, ternyata dia
Lantas mengapa dia nampak begitu menyembunyikan kehadirannya
Oh, aku
Mungkin dia juga menyadari akan hadirku disana
Bayangnya dekat dihadapanku
Namun tak mampu lagi ku merengkuh hatinya
Terpaku ku disana
Kembali memastikan kebenaran indraku
Dan ternyata memang dia
Bayangmu di ujung senja
Kau tetap terlihat angkuh layaknya asamu
Kau tetap terlihat dingin seperti biasa
Sekilas ku lihat sorot matamu yang sempat ku tatap dahulu
Mencoba menelusup adakah tersimpan rindu disana untukku?
Layaknya aku yang merindukanmu
Senja menjadi saksi betapa angkuhnya rasa ini padamu
Tak ku mencoba berpaling
Ku biarkan hingga memang benar-benar mampu menerima hati yang lain
Memandangmu di ujung senja
Menyisakan duka dan rindu yang mendalam
Biarlah saja ku pendam rindu ini
Bersama senja dan pelangi asa
Kamis, 14 Juni 2012
terkuak kembali
sekeras apapun kebencianmu padaku takkan sedikitpun aku menaruhnya dihatiku
meski sakit bahkan perih
biarkan smua itu
biarkan dahulu itu menjadi cerita diantara kita
aku kamu dan dia
sepedih hati hingga tak mampu berkata
sesenyap malam tanpa hiasan bintang
bulanpun menghilang kini
belum lama hati ini tergores luka
saat ini kembali tergores oleh kisah masa lalu
sedikit menyedihkan memang
namun inilah hidup
terkadang tanpa ada airmata selaksa tak sempurna..
terimakasih atas smua kenangan terindah dalam masa silam..
:)
kapanpun kau kembali aku akan tetap menerimamu
bahkan aku menantikan hadirmu kembali
seperti dulu saat putih abu-abu..
karna sesungguhnya aku merindumu kawan.. :'(
meski sakit bahkan perih
biarkan smua itu
biarkan dahulu itu menjadi cerita diantara kita
aku kamu dan dia
sepedih hati hingga tak mampu berkata
sesenyap malam tanpa hiasan bintang
bulanpun menghilang kini
belum lama hati ini tergores luka
saat ini kembali tergores oleh kisah masa lalu
sedikit menyedihkan memang
namun inilah hidup
terkadang tanpa ada airmata selaksa tak sempurna..
terimakasih atas smua kenangan terindah dalam masa silam..
:)
kapanpun kau kembali aku akan tetap menerimamu
bahkan aku menantikan hadirmu kembali
seperti dulu saat putih abu-abu..
karna sesungguhnya aku merindumu kawan.. :'(
Sabtu, 09 Juni 2012
Tugas Membaca Komprehensif
Nama
: Neo Ervida
Nim
: A310110041
Tugas
Membaca Komprehensif
Judul
jurnal : Peranan Museum sebagai Sumber
Belajar dan Pengaruhnya Terhadap Minat Belajar Sejarah Mahasiswa
Oleh : Kunardi Hardjoprawito (Fakultas
Sastra UNS Surakarta)
Abstrak
asli :
Penelitian
ini bertujuan umtuk memperoleh gambaran tentang pengeruh museum sebagai sumber
belajar terhadap wawasan kebangsaan mahasiswa jurusan Sejarah FKIP Universitas
Sebelas Maret Surakarta. Di samping itu, dikaji sampai di mana peranan museum
mampu menggugah kesadaran para pengajar akan pentingnya lembaga ini dalam
pengajaran sejarah, sampai dimana mahasiswa terdorong untuk memanfaatkan museum
bagi upaya memperoleh kejelasan informasi kesejarahan, sampai dimana museum
dimanfaatkan sebagai objek pendidikan, penelitian, dan kepariwisataan, dan
sampai dimana pula museum memberikan masukan kepada lembaga pendidikan sejarah
untuk mengembangkan kurikulumnya.
Kesimpulan
penelitian ini adalah: (1) kebanyakan mahasiswa memandang museum sebagai sumber
belajar mampu membangkitkan minat belajar sejarah dan meningkatkan wawasan
kebangsaan mahasiswa, (2) dengan kesadaran akan pentingnya museum dalam
pengajaran sejarah, dalam pelaksanaan belajar mandiri museum seperti halnya
sumber-sumber belajar lainnya, pengajar mampu meningkatkan penambahan
pengetahuan dan kemampuan mahasiswa, (3) kesadaran dan kepedulian pengajar ini
mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan museum bagi upayanya memperoleh
kejelasan informasi kesejarahan, (4) ketiga pihak mengetahui bahwa museum
dimanfaatkan sebagai objek pendidikan, penelitian, dan kepariwisataan, dan (5)
sebagai sumber belajar dan objek penelitian museum banyak memberikan masukan
kepada lembaga pendidikan sejarah dalam mengembangkan kurikulumnya.
Kata
kunci : museum sebagai sumber belajar, wawasan kebangsaan, kesadaran dan
kepedulian pengajar, dan pengembangan kurikulum.
Reproduksi
Abstrak
PERANAN
MUSEUM SEBAGAI SUMBER BELAJAR DAN PENGARUHNYA TERHADAP MINAT BELAJAR SEJARAH
MAHASISWA
Penelitian
yang dilakukan oleh Kurnadi Hardjoprawito ini bertujuan untuk memperoleh
gambaran terhadap penggunaaan museum sebagai sumber belajar terhadap wawasan
kebangsaan mahasiswa jurusan Sejarah FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pengambilan
data yang diperoleh dari lingkungan kampus UNS dan permuseuman ( Sonobudoyo,
Radyapustaka, Sangiran, dan Museum Bali). Selain itu teknik utama yang
digunakan adalah pengamatan dan wawancara. Kesimpulan penelitian ini adalah:
(1) kebanyakan mahasiswa memandang museum sebagai sumber belajar mampu
membangkitkan minat belajar sejarah dan meningkatkan wawasan kebangsaan
mahasiswa, (2) dengan kesadaran akan pentingnya museum dalam pengajaran
sejarah, dalam pelaksanaan belajar mandiri museum seperti halnya sumber-sumber
belajar lainnya, pengajar mampu meningkatkan penambahan pengetahuan dan
kemampuan mahasiswa, (3) kesadaran dan kepedulian pengajar ini mendorong
mahasiswa untuk memanfaatkan museum bagi upayanya memperoleh kejelasan
informasi kesejarahan, (4) ketiga pihak mengetahui bahwa museum dimanfaatkan
sebagai objek pendidikan, penelitian, dan kepariwisataan, dan (5) sebagai
sumber belajar dan objek penelitian museum banyak memberikan masukan kepada
lembaga pendidikan sejarah dalam mengembangkan kurikulumnya.
Kata kunci : museum sebagai sumber belajar,
wawasan kebangsaan, kesadaran dan kepedulian pengajar, dan pengembangan
kurikulum.
Rabu, 06 Juni 2012
Tulang Rusuk Tak Akan Tertukar
Adam tercipata bersanding dengan hawa. Layaknya satu kesatuan yang tak terpisahkan. Saling melengkapi dengan segala kekurangan. Merubah keterbatasan menjadi suatu kekuatan. Saling mengasihi dan mencintai. Potret cinta kasih antara keduanya terjalin begitu indah di syurganya. Namun, saat tengah dalam kebahagiaan dan cinta yang dalam datanglah syaitan yang menghasut mereka untuk melanggar larangan yang telah ditetapkan Allah kepadanya. Hingga pada akhirnya mereka dapat hukuman diturunkan ke bumi.
Dengan Maha Segalanya itulah sepatutnya cinta tertinggi kita, kita haturkan kepadaNYA sebagai rasa syukur akan nikmat yang tak terhitung jumlahnya. Sudahkah kita menempatkanNYA pada posisi teratas pada posisi tertinggi di hati serta jiwa kita?? Mari kita renungkan kembali, sebesar apakah yang diberikan oleh seseorang yang kita cintai (dalam artian pacar)?? Pasti ia akan meninggalkan kita kelak,, namun Allah... Dia tak akan sedikitpun menjauh dari kita, malah kita yang lari dariNYA. Dan saat ia yang kita cintai meninggalkan kita, barulah kita mendekat padaNYA, mengadu padaNYA. Tidakkah kita malu terhadapNYA??
Sekilas kisah tersebut dapat banyak diambil makna dan hikmahnya. Salah satunya ialah bisa kita kaitkan dengan cinta kasih kita terhadap lawan jenis. Perasaan suka bukanlah hal yang tabu dan bukanlah hal yang dilarang. Begitupun rasa sayang apalagi rasa cinta yang slalu bertalian terhadapnya. Kecintaan terhadap apapun yang telah diciptakan sang Maha Pencipta itu bukan suatu larangan, bahkan Rab kita memerintah kita untuk saling mencintai sesama muslim. Namun dengan satu catatan cinta kita terhadap ciptaannya haruslah menajdi cinta yang kesekian, karena tingkatan cinta yang pertama sepantasnya kita persembahkan kepadaNYA Rab pencipta semesta alam. DIA lah yang menjadikan segala sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin, Dia lah yang memberikan kesulitan namun tetap ada solusi dibaliknya, Dia lah pemilik alam semesta beserta isinya, dan Dia lah maha segalanya.
Dengan Maha Segalanya itulah sepatutnya cinta tertinggi kita, kita haturkan kepadaNYA sebagai rasa syukur akan nikmat yang tak terhitung jumlahnya. Sudahkah kita menempatkanNYA pada posisi teratas pada posisi tertinggi di hati serta jiwa kita?? Mari kita renungkan kembali, sebesar apakah yang diberikan oleh seseorang yang kita cintai (dalam artian pacar)?? Pasti ia akan meninggalkan kita kelak,, namun Allah... Dia tak akan sedikitpun menjauh dari kita, malah kita yang lari dariNYA. Dan saat ia yang kita cintai meninggalkan kita, barulah kita mendekat padaNYA, mengadu padaNYA. Tidakkah kita malu terhadapNYA??
Sedikitpun Dia tak akan berkhianat pada kita jika bukan kita sendirilah yang memulai penghianatan itu. Pasti kan kita temui dan pasti Dia akan menghadirkan seseorang yang memang telah Dia suratkan untuk menemani kita kelak, untuk menjadi cinta yang kekal setelah mencintai Dia serta RasulNya. Seseorang yang entah kapan akan dipertemukan kepada kita. Membawa kebahagiaan dan mimpi indah bersama.
Bersabarlah wahai hati..
Untuk senantiasa menanti dalam sujudmu..
Bersabarlah wahai hati..
Untuk senantiasa mendekat dan bermunajat padaNYA
dan yakinlah wahai hati...
tulang rusuk tak akan pernah tertukar..
:D
keep spirit...
pasti kita bisa menjaga hati kita, hingga nanti saat itu tiba.
Benahi diri untuk menjadi orang pilihan yang akan mendampingi orang-orang terpilih,
:D
Tugas Fonetik Zaman Dulu : Bunyi Bahasa dan Bunyi Suara
Tugas Mata Kuliah Fonetik
1.
Contoh
bunyi bahasa
·
“Mushola,
mushola..” kata mbak Ihya’ saat adzan magrib berkumandang. Hal ini menunjukkan
bahwa mahasantri diimbau untuk segera turun ke mushola untuk melaksanakan
sholat magrib berjamaah.
·
“Maju!”
seru Ida saat hendak melaksanakan sholat berjamaah. Makna dari kata maju
tersebut adalah, bahwa Ida menyuruh salah seorang temannya untuk maju dan
mengisi shof yang masih kosong.
·
“Masuk.”
Kata pak Mujazin saat menuju ke ruang 2. Beliau menyuruh mahasantri untuk masuk
ke kelas, karena pelajaran aqidah akan segera dimulai.
2.
Contoh
suara
·
“Wiyuu...wiyu....wiyu...”
bunyi sirine setiap pukul 04.30 wib di Pesma K.H Mas Mansur. Bunyi sirine
menandakan bahwa seluruh mahasantri diimbau untuk bangun dan segera mengambil
air wudhu lalu turun ke mushola untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah dan
dilanjutkan dengan kegiatan ba’da subuh.
·
“Tok...tok...tok...”
bunyi ketukan pintu dari committee. Menandakan bahwa agar pintu segera di buka
untuk memastikan bahwa mahasantri segera bergegas untuk turun ke mushola dan
mengikuti kegiatan yang telah terjadwal.
·
“Cring...cring..”
suara lonceng yang berbunyi dari sebuah grobak sate. Hal ini menandakan bahwa
ada penjual sate yang lewat.
Tugas DDM Zaman Dulu: kebersihan = Iman
“Kebersihan
sebagian dari iman”. Pepatah tersebut notabene sudah tak asing lagi terdengar
di telinga kita. Bahkan anak-anak TK pun pasti mengetahuinya. Lalu bagaimanakah
dengan lingkunagn disekitar kita? Sudahkah lingkungan kita dapat mencerminkan
iman kita?
Definisi dari kebersihan itu sendiri
adalah keadaan bebas dari kotoran, seperti halnya debu, sampah dan bau.
Kebersihan lingkungan adalah hal yang harus di jaga. Karena selain hal itu
menyangkut kenyamanan kita saat berada dalam lingkungan itu, juga menyangkut
kesehatan diri kita. Karena lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya
terdapat kuman-kuman dan bakteri-bakteri buruk yang dapat menyebabkan kita
terserang penyakit. Misalnya saja, genangan air di gelas atau pun kaleng bekas.
Hal ini dapat memicu adanya jentik-jentik nyamuk demam berdarah yang sangat
merugikan kita jika kita sampai tersengat olehnya. Kurang bersihnya lingkungan
yang kita tempati juga akan membuat kita merasa tidak nyaman dan jijik.
Misalnya saja saat kita berada didalam kelas, banyak sampah-sampah yang
berserakan dan meja kursi yang berdebu. Tentu saja kita akan merasa jijik dan
tidak nyaman saat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Sehingga hal ini dapat
memecahkan konsentrasi kita. Hal ini sagat merugikan diri kita, karena kita
tidak dapat menangkap hasil dari pelajaran yang disampaikan oleh bapak ibu
guru. Selain itu kebersihan juga mencerminkan kepribadian dan iman dari seorang
muslim.
Menjaga kebersihan lingkungan
bukanlah hal yang mudah. Hal ini dikarenakan karakter-karakter atau kepribadian
dari setiap diri manusia yang berbeda-beda. Menjaga kebersihan lingkungan juga
banyak melibatkan semua warga masyarakat di sekitar kita. Oleh karena itu
karakter atau jiwa yang sadar dan peduli akan kebersihan lingkungan hendaknya
di bentuk sejak dini. Yaitu dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan yang
mencerminkan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dalam hal ini peranan orang
tua sangatlah penting. Diman orang tua harus mengajarkan dan membiasakan
anaknya untuk menerapakan sikap tersebut. Penerapan sikap dan kepribadian
seperti ini bisa dimulai dari hal yang kecil dan sederhana. Misalnya saja orang
tua mengharuskan anaknya untuk membuang sampah pada tempatnya. Hal ini akan
merefleksi si anak untuk berfikir bahwa sampah itu harus di buang di tempat
sampah. Dna dengan sendirinya anak akan terbiasa dengan ha tersebut hingga dia
dewasa. Namun hal ini juag tak lepas dari bimbingan guru saat ada di sekolah.
Menjaga kebersihan lingkungan akan
memberikan banyak manfaat bukan akibat. Oleh karena itu marilah kita
bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat agar memberikan
banyak manfaat untuk kehidupan kita kelak. Dan juga sebai cerminan iman dari
seorang muslim.
Selasa, 05 Juni 2012
PPD : Observasi PAUD Darussalam, Nglebak Sragen
Peratama kali menginjakkan kaki di TKP yang hendak kita (Norma. Herlina, Indah dan Saya) serasa jantung mau copot.. dag dig dug dag dig dug..
hihihihihi
padahal cuma mau menghadapi adek-adek kecil yang imuut-immuuut tapi subhanallah sekali dengan karakter yang berbeda beda.
Saat datang kami langsung disambut oleh pengurus PAUD, yang namanya siapa lupa nggak tanya hihi..
trus habis itu kita ikutan ngatur adek2...
hihihihihi
padahal cuma mau menghadapi adek-adek kecil yang imuut-immuuut tapi subhanallah sekali dengan karakter yang berbeda beda.
Saat datang kami langsung disambut oleh pengurus PAUD, yang namanya siapa lupa nggak tanya hihi..
trus habis itu kita ikutan ngatur adek2...
setelah ituu kami bergabung dengan mereka... ikut kedalam kelas..
bernyanyi2 riaaa... namun tetap sambil belajar..Akhir kisah : Bintang, Bulan dan Pelangi Asa
Bertabur bintang dilangit begitu indah menghiasi malam. Binar bintang kian terang tatkala bersanding dengan bulan. Bulan pun tak dapat menyembunyikan kegembiraannya saat bersanding dengan bintang. Waktu yang dilalui bersama dengan segala cobaan pun dilewati dengan penuh kesabaran. Hingga rasa sayang tumbuh. Sekian hari semakin subur saja rasa itu.
Janji-janji pun terucap. Angan-angan semakin melambung. Asa membuncah menembus khayalan. Begitu indah memang membayangkan dan berandai-andai. Bulan dan bintang melukis asa dalam sebuah pelangi mimpi. Pelangi yang berhias banyak warna menunjukkan keindahan. Selaras asa bintang dan bulan untuk menorehkan mimpi itu bersama. Selamanya.... begitu tutur bintang dan bulan.
Hingga pada akhirnya sesuatu itu terjadi. Seakan bintang begitu menjauh, berlari, hingga menghilang. Berkecamuk dalam hatilah yang bulan rasakan. Namun, tak sedikitpun bulan berprasangka akan suatu hal yang buruk tentang bintang. Hal positif yang slalu ia coba pikirkan. Hari demi hari bulan lalui berteman sepi, tanpa bintang. Detik berlalu menjadi menit, menit beranjak menjadi jam, jam bergantu menjadi hari, hari lapuk menjadi minggu. Tak ada seidikitpun kabar darinya. Makin gundah saja hati bulan akan semua ini.
Detak jantung memburu, airmata luluh dari dua sudut mata. Kepala tertunduk menahan sakitnya hati yang luka. Seakan tak percaya akan kenyataan yang ada didepannya. Hanya mampu menangis...menangis...dan menguatkan hati. Tertusuk hati bulan mengetahui bahwa bintang tlah bersama bulan yang lain. sakit yang teramat ia rasakan membuat dunia disekelilingnya gelap. Tak ada bintang lagi yang kan temaninya nikmati senja, tak ada bintang lagi yang temaninya merasakan dinginnya kerinduan. Merelakannya itulah yang bulan lakukan, meskipun terselip harapan ia akan kembali dan memberikan sepatah alasan. Namun putuslah harapan itu, dan bulan pun beranjak dari keterpurukan. Karna masih ada orang yang lebih mencintainya yang tak akan menyakitinya.
Pada hari itu bintang kembali datang dengan membawa berpatah-patah alasan dan penjelasan. Dan dari percakapan 60 menit kebih 4 menit bulan mendapat suatu kesimpulan, bahwa bintang tak sedikitpun berkhianat pada bulan. melainkan ia hanya berusaha menjaga komitmen ayah ibunya untuk tak bermain asmara. Dengan terisak bulan mendengar semua itu, kata maaf tak putus terucap dari bintang. Begitu juga dengan isak tangis yang semakin menjadi, dan dada yang semakin sesak. Begitu berat memang, namun inilah hidup yang tlah tertulis skenarionya. Bukan layaknya sinetron, namun inilah nyata. Begitu inspiratif memang. Dan banyak hikmah dibalik semua ini.
Kini ku tlah merelakanmu bintangku
Raihlah mimpi dan asamu
Begitu juga aku
Akan tetap meraih asaku dan kembali melukisanya meski tanpamu
Tak akan pernah aku berusaha untuk membenci dan melupakanmu
Biarlah smua ini menjadi kenangan terindah antara kita
Sebuah kisah layaknya dongeng Bintang dan Bulan dalam meraih Pelangi Asa
Terimakasih akan cinta yang pernah kau beri
Sekalipun engkau merasa pudar dan tak bersinar lagi
Namun dalam hatiku masih tetap menyimpan pancaran keindahan sinarmu
Karna bagaimanapun Bulan kan tetap bersanding dengan Bintang
Bulan.
Janji-janji pun terucap. Angan-angan semakin melambung. Asa membuncah menembus khayalan. Begitu indah memang membayangkan dan berandai-andai. Bulan dan bintang melukis asa dalam sebuah pelangi mimpi. Pelangi yang berhias banyak warna menunjukkan keindahan. Selaras asa bintang dan bulan untuk menorehkan mimpi itu bersama. Selamanya.... begitu tutur bintang dan bulan.
Hingga pada akhirnya sesuatu itu terjadi. Seakan bintang begitu menjauh, berlari, hingga menghilang. Berkecamuk dalam hatilah yang bulan rasakan. Namun, tak sedikitpun bulan berprasangka akan suatu hal yang buruk tentang bintang. Hal positif yang slalu ia coba pikirkan. Hari demi hari bulan lalui berteman sepi, tanpa bintang. Detik berlalu menjadi menit, menit beranjak menjadi jam, jam bergantu menjadi hari, hari lapuk menjadi minggu. Tak ada seidikitpun kabar darinya. Makin gundah saja hati bulan akan semua ini.Detak jantung memburu, airmata luluh dari dua sudut mata. Kepala tertunduk menahan sakitnya hati yang luka. Seakan tak percaya akan kenyataan yang ada didepannya. Hanya mampu menangis...menangis...dan menguatkan hati. Tertusuk hati bulan mengetahui bahwa bintang tlah bersama bulan yang lain. sakit yang teramat ia rasakan membuat dunia disekelilingnya gelap. Tak ada bintang lagi yang kan temaninya nikmati senja, tak ada bintang lagi yang temaninya merasakan dinginnya kerinduan. Merelakannya itulah yang bulan lakukan, meskipun terselip harapan ia akan kembali dan memberikan sepatah alasan. Namun putuslah harapan itu, dan bulan pun beranjak dari keterpurukan. Karna masih ada orang yang lebih mencintainya yang tak akan menyakitinya.
Pada hari itu bintang kembali datang dengan membawa berpatah-patah alasan dan penjelasan. Dan dari percakapan 60 menit kebih 4 menit bulan mendapat suatu kesimpulan, bahwa bintang tak sedikitpun berkhianat pada bulan. melainkan ia hanya berusaha menjaga komitmen ayah ibunya untuk tak bermain asmara. Dengan terisak bulan mendengar semua itu, kata maaf tak putus terucap dari bintang. Begitu juga dengan isak tangis yang semakin menjadi, dan dada yang semakin sesak. Begitu berat memang, namun inilah hidup yang tlah tertulis skenarionya. Bukan layaknya sinetron, namun inilah nyata. Begitu inspiratif memang. Dan banyak hikmah dibalik semua ini.
Kini ku tlah merelakanmu bintangku
Raihlah mimpi dan asamu
Begitu juga aku
Akan tetap meraih asaku dan kembali melukisanya meski tanpamu
Tak akan pernah aku berusaha untuk membenci dan melupakanmu
Biarlah smua ini menjadi kenangan terindah antara kita
Sebuah kisah layaknya dongeng Bintang dan Bulan dalam meraih Pelangi Asa
Terimakasih akan cinta yang pernah kau beri
Sekalipun engkau merasa pudar dan tak bersinar lagi
Namun dalam hatiku masih tetap menyimpan pancaran keindahan sinarmu
Karna bagaimanapun Bulan kan tetap bersanding dengan Bintang
Bulan.
Takkan Berhenti

Jejak langkah tak terhenti
Terseok meniti terjal
Terjatuh tertimpa reruntuhan
Sakit, pedih, dan luka adalah hal biasa
Namun tak gentarkan kaki tuk tetap melangkah
Duri tajam bagaikan kawan
Angin topan bagaikan sandingan
Cucuran darah terihat dari telapak kaki
Namun ia tetap melangkah dan melangkah
Derasnya hujan tak goyahkan tekad
Bahkan sesekali ia berlari
Berlari mengejar impian dan citanya
Untuk bersanding dengan Rab semesta alam dalam alam yang
kekal
Yakni syurga...
Langganan:
Postingan (Atom)

















