Waktu. Waktu adalah hal yang sangat berharga untuk kita. Tidakkah kita menyadari akan hal itu? Lantas sudahkah kita memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya? Tidak membiarkannya terbuang sia-sia? Hanya masing-masing dari diri kita yang mengetahui dan bisa menjawab akan pertanyaan-pertanyaan itu.
Waktu 45 menit terasa begitu lama jika untuk berdzikir dan bersujud kepadaNya. Akan tetapi betapa singkatnya waktu 45 menit itu jika digunakan untuk melihat sebuah pertandingan sepak bola secara langsung di stadion. Berdzikir dan brsujud kepadaNya adalah cara kita agar selalu mengingatNya, mengingat semua kebesaran dan kekuasaanNya. Namun hal itu terkalahkan oleh sebua keasyikan menonton sebuah pertandingan se[ak bola, untuk menantikan sebuah gol. Padahal semua itu tidak akan dipertanyakan kelak olehNya di akhirat kelak. Itu semata-mata hanya untuk kesenangan dunuawi saja. Tidakkah kita menyadarinya?
Betapa lamanya waktu 2 jam untuk berdiam diri dimasjid, untuk beri’tikaf membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an dan juag untuk memahaminya. Itu semuanya terasa sangat lama. Tetapi betapa cepatnya waktu 2 jam itu jika digunakan untuk menonton film di bioskop. Menikmati pemutaran film. Masjid adalah Baitullah, rumah Allah tuhan pencipta alam semesta, tempat yang suci dan teduh. Apakah tidak lebih baik kita meninggal saat sedang berada didalam masjid, saat kita tengah bersimpuh , bersujud memohon ampunanNya daripada kita meninggal saat tengah berada di bioskop dalam kemaksiatan?
Butuh waktu berapa lama sobat untuk menghafal Al-Qur’an dan menghafal lagu-lagu cinta populer? Membutuhkan waktu yang lama untuk menghafal Al-qur’an dan memerlukan waktu yang sangat singkat untuk menghafal lagu-lagu cinta populer. Begitukah jawabanmu sobat? Jika iya, sungguh sagat menyedihkan. Kalam Allah yang penuh makna yang terkandung didalamnya dan sangat bermanfaat, tergantikan dengan syair-syair lagu yang tidak bermakna dan tidak bermanfaat.
Semua orang menginginkan tempat yang paling depan untuk menonton konser, akan tetapi menginginkan tempat sholat atau shof yang paling belakang dalam sholat Jum’at. Lebih lama mana Jum’atan dibandingkan dengan menonton konser? Tentunya lebih lama menonton konser. Tetapi mengapa pada shalat Jum’at dimasjid lebih memilih shof yang paling belakang? Padahal dikonser penonton harus berdiri berdesak-desakan, sedangkan dalam shalat Jum’at para jama’ah duduk dengan leluasa dan tidak berdesak-desakan. Dalam shalat berjamaah shof yang paling mendapat pahala dariNya adalah shof yang pertama atau shof yang paling depan tepat dibelakang imam. Lantas adakah pahala yang sama pada saat menonton konser dan menempati tempat yang terdepan?? Pikirkan kembali sobat!
Berada didepan televisi selama berjam-jam lebih terasa enak memang jika dibandingkan dengan mengikuti seminar-seminar keislaman yang penuh dengan manfaat dan pengetahuan untuk diri kita. Padahal tayangan-tayangan dalam televisi tersebut belum tent banyak mengandung manfaat bagi diri kita, melainkan banyak mudhorot yang terkandung didalamnya.
Itulah sobat, beberapa contoh, gambaran dan pembanding yang bisa kita jadikan tolak ukur apakah kita sudah dengan baik memanfaatkan waktu yang kita miliki secara baik?? Renungkan dan fikirkan. Kita tidak mengetahui kapan ajal akan menjemput kita. Disaat kita dalam keadaan baikkah? Atau disaat kita tengah dalam situasi buruk. Disaat kita tengah berada dimasjid bersimpuh kepadaNya, ataukah saat kita tengah dalam kemaksiatan kepadaNya????
Tanya hati kecilmu sobat, jalan mana yang ku inginkan.
Selamat atau laknat!!
Selamat atau laknat!!
nb: tulisan ini saya buat saat saya tengah ujian mid semester pada kelas 3 SMApelajaran Bahasa Indonesia, dan alhamdulilah dengan hasil yang memuaskan. Artikel inilah yang memberi saya motivasi untuk menulis, mengapa demikian? karena, satu komentar yang dari ibu gurulah yang memotivasi saya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar