Nama :
Neo Ervida
Nim :
A310110041
Kelas :
IIA
Resensi Buku
Judul : Negeri 5 Menara
Pengarang : A.Fuadi
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : November 2010
Tebal : 423 halaman
Jenis :
Fiksi
Menggapai Puncak Mimpi
Alif
dengan berat hati memenuhi permintaan amak dan ayahnya untuk meneruskan
pendidikannya di lembaga pendidikan yang berbasis agama. Pupus sudah
keinginannya untuk masuk di sekolah negri favorit seperti yang telah ia impikan
bersama Randai sahabat masa kecilnya. Pondok Madani adalah pilihan yang ia
ambil, entah apa yang membuatnya bertekad bulat untuk merantau hingga ke pulau
Jawa. Keputusan setengah hati itu ia ambil setelah menerima sepucuk surat dari
Pak Etek Gindo yang menceritakan bahwa Pak Etek memiliki banyak teman di Mesir
yang lulusan Pondok Madani di Jawa Timur, dan semua teman-temannya itu selain
pintar melainkan juga pandai bahasa Inggris dan bahasa Arabnya fasih.
Tekad
bulatnya ia pegang teguh dan dengan berat hati pula ia melepas cita-citanya
untuk melanjutkan di sekolah menengah seperti mimpinya yang kelak bisa
meneruskan perguruan tinggi di ITB. Sepanjang perjalanan Alif di hantui
berbagai macam perasaan dilema, akan keputusan yang ia ambil. Akankah ia mampu
bertahan di sana? Karena di Pondok Madani terkenal dengan kedisiplinannya. Pada
khirnya setelah melewati perjalanan yang panjang dan pelik, Alif samapi juga di
tempat tujuannya Pondok Madani.
Hari
pertama di Pondok Madani Alif dan ke lima temannya di sihir oleh manta sakti man jada wajadda. Siapa yang bersungguh-sungguh
pasti sukses. Selain itu ia di pertemukan dengan sahabat-sahabat barunya dengan
hukuman jewer berantai, Alif berteman Raja dari Medan, Said dari Surabaya,
Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Dibawah menara
masjid mereka melukis mimpi dan asa. Di bawah bayangan menara mereka melewatkan
waktu untuk bercerita tentang impian-impian mereka, membahas pelajaran tadi
siang, ditemani kacang sukro. Bagaikan menara cita-cita mereka tinggi
menjulang. Dan mereka ingin sampai di puncak-puncak mimpi kelak.
Novel
Negeri 5 Menara yang merupakan kisah nyata yang terinspirasi oleh pengalaman
penulis menikmati pendidikan yang mencerahkan di Pondok Modern Gontor. Semua
tokoh dalam novelnya terinspirasi dari tokoh asli, beberapa lagi adalah
gabungan dari beberapa karakter yang sebenarnya. Sungguh besar kekuatan sebuah
mimpi dan asa di tunjukkan penulis dalam setiap bab dalam novel ini. Kepatutan dan
ketepatan penggunaan diksi menambah ketertarikan dan minat pembaca untuk terus
membaca hingga titik penghabisan cerita. Pengkisahan yang digunakan membuat
pembaca serasa berada dalam suasana yang sama dan dapat meraskan ketegangan
yang di alami tokoh.
Cerita
yang menggunakan alur flashback awalnya membuat pembaca bingung untuk
mencernanya, namun pada akhir cerita kebingungan itu dapat terpecahkan saat
penulis menceritakan kehidupan Sahibul Menara pada masa yang berbeda yakni
setelah lulus dari PM dan mereka telah mencapai puncak mimpi mereka seperti
yang terlukiskan di bayangan menara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar