Selasa, 03 Juli 2012

Tugas Akhir Membaca Komprehensif


Nama  : Neo Ervida
Nim     : A310110041
Kelas   : IIA


Resensi Buku

Judul                : Negeri 5 Menara
Pengarang      :  A.Fuadi
Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit    : November 2010
Tebal                : 423 halaman
Jenis                 : Fiksi


Menggapai Puncak Mimpi

            Alif dengan berat hati memenuhi permintaan amak dan ayahnya untuk meneruskan pendidikannya di lembaga pendidikan yang berbasis agama. Pupus sudah keinginannya untuk masuk di sekolah negri favorit seperti yang telah ia impikan bersama Randai sahabat masa kecilnya. Pondok Madani adalah pilihan yang ia ambil, entah apa yang membuatnya bertekad bulat untuk merantau hingga ke pulau Jawa. Keputusan setengah hati itu ia ambil setelah menerima sepucuk surat dari Pak Etek Gindo yang menceritakan bahwa Pak Etek memiliki banyak teman di Mesir yang lulusan Pondok Madani di Jawa Timur, dan semua teman-temannya itu selain pintar melainkan juga pandai bahasa Inggris dan bahasa Arabnya fasih.

            Tekad bulatnya ia pegang teguh dan dengan berat hati pula ia melepas cita-citanya untuk melanjutkan di sekolah menengah seperti mimpinya yang kelak bisa meneruskan perguruan tinggi di ITB. Sepanjang perjalanan Alif di hantui berbagai macam perasaan dilema, akan keputusan yang ia ambil. Akankah ia mampu bertahan di sana? Karena di Pondok Madani terkenal dengan kedisiplinannya. Pada khirnya setelah melewati perjalanan yang panjang dan pelik, Alif samapi juga di tempat tujuannya Pondok Madani.

            Hari pertama di Pondok Madani Alif dan ke lima temannya di sihir oleh manta sakti man jada wajadda. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Selain itu ia di pertemukan dengan sahabat-sahabat barunya dengan hukuman jewer berantai, Alif berteman Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Dibawah menara masjid mereka melukis mimpi dan asa. Di bawah bayangan menara mereka melewatkan waktu untuk bercerita tentang impian-impian mereka, membahas pelajaran tadi siang, ditemani kacang sukro. Bagaikan menara cita-cita mereka tinggi menjulang. Dan mereka ingin sampai di puncak-puncak mimpi kelak.

            Novel Negeri 5 Menara yang merupakan kisah nyata yang terinspirasi oleh pengalaman penulis menikmati pendidikan yang mencerahkan di Pondok Modern Gontor. Semua tokoh dalam novelnya terinspirasi dari tokoh asli, beberapa lagi adalah gabungan dari beberapa karakter yang sebenarnya. Sungguh besar kekuatan sebuah mimpi dan asa di tunjukkan penulis dalam setiap bab dalam novel ini. Kepatutan dan ketepatan penggunaan diksi menambah ketertarikan dan minat pembaca untuk terus membaca hingga titik penghabisan cerita. Pengkisahan yang digunakan membuat pembaca serasa berada dalam suasana yang sama dan dapat meraskan ketegangan yang di alami tokoh.

            Cerita yang menggunakan alur flashback awalnya membuat pembaca bingung untuk mencernanya, namun pada akhir cerita kebingungan itu dapat terpecahkan saat penulis menceritakan kehidupan Sahibul Menara pada masa yang berbeda yakni setelah lulus dari PM dan mereka telah mencapai puncak mimpi mereka seperti yang terlukiskan di bayangan menara.
            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar