Minggu, 16 September 2012

. . . .

saat ku yakin bahwa memang dia yang Kau catatankan sebagai imamku,
ternyata Kau sadarkan aku lebih cepat bahwa bukan aku yang kan menjadi bidadarinya,
mulanya aku memang menangis,
karna memang kubiarkan semua kekecewaan itu meluap,
karna memang kubiarkan seluruh lara kan hanyut bersama derai airmata,

sakit dan pilu yang kurasa bukan menjadi alasan untuk menjauh dariMu
karna sesungguhnya aku sangat meyakini bahwa Kau kan gantikan dengan seseorang yang lain,
yang memang mau menerima aku apa adanya,
yang mendapat restu dari kedua ibu bapaknya,

tiada hal lain yang bisa kulakukan selain ikhlas,
ya mengikhlaskan semua asa yang menguap begitu saja,
dan kini kembali kubangun asa itu,
sendiri,,
sendiri karna memang aku memilih sendiri,
karna masih terlalu jera tuk kembali rasakan cinta,
kubiarkan hatiku berjalan meniti terjalnya hidup,
kuajarkan padanya agar senantiasa menggantungkan harapan padaMu,
maka bimbinglah hati ini untuk senantiasa berada dalam dekapanMu,
karna tiada cinta lain yang mampu menandingi cintaMu padaku,
dan ku yakin itu..

-eRvida-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar