Kamis, 13 September 2012

Terulang. . .


Lagi dan terulang kembali
Saat ku tak mampu lagi menatap terang cahayanya
Saat ku tak kan bisa lagi berada disisi sinarnya
Saat ku harus meredupkan sinarku untuknya
Untuk cahaya yang slalu kudamba
Cahaya bintang
Entah aku atau engkau yang meredup
Yang kurasa saat ini
Berat untuk meredupkan sinarku
Lantas haruskah aku berpura-pura redup dan meninggalkanmu?
Ataukah akan tetap berdiri diujung gulita menanti cahayamu?
Sampai saat ini pun tak pernah ku tau apa isi hatimu
Fantasikah semuanya saat kita lalui gelap malam bersama?
Rasaku ini selalu sama, kemarin hingga esok kuberharap tetap sama
Ku akan menunggu saat bulan dan bintang kan dipertemukan dalam suatu malam yang indah
Layaknya perkataanmu dahulu
Namun sekarang akupun mengerti mengapa kau seperti ini dahulu
Karena memang bulan dan bintang tak akan pernah bertemu dalam malam yang indah

                                                                -eRvida-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar