Sekilas nampak sesosok bayanganTertegun ku menatapnya
Kembali kuputar memori otakku
Dia? tanyaku dalam hati
Benarkah dia?
Dalam keraguan kembali ku memandangnya
Benar, ternyata dia
Lantas mengapa dia nampak begitu menyembunyikan kehadirannya
Oh, aku
Mungkin dia juga menyadari akan hadirku disana
Bayangnya dekat dihadapanku
Namun tak mampu lagi ku merengkuh hatinya
Terpaku ku disana
Kembali memastikan kebenaran indraku
Dan ternyata memang dia
Bayangmu di ujung senja
Kau tetap terlihat angkuh layaknya asamu
Kau tetap terlihat dingin seperti biasa
Sekilas ku lihat sorot matamu yang sempat ku tatap dahulu
Mencoba menelusup adakah tersimpan rindu disana untukku?
Layaknya aku yang merindukanmu
Senja menjadi saksi betapa angkuhnya rasa ini padamu
Tak ku mencoba berpaling
Ku biarkan hingga memang benar-benar mampu menerima hati yang lain
Memandangmu di ujung senja
Menyisakan duka dan rindu yang mendalam
Biarlah saja ku pendam rindu ini
Bersama senja dan pelangi asa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar