Selasa, 05 Juni 2012

Takkan Berhenti


Jejak langkah tak terhenti
Terseok meniti terjal
Terjatuh tertimpa reruntuhan
Sakit, pedih, dan luka adalah hal biasa
Namun tak gentarkan kaki tuk tetap melangkah
Duri tajam bagaikan kawan
Angin topan bagaikan sandingan
Cucuran darah terihat dari telapak kaki
Namun ia tetap melangkah dan melangkah
Derasnya hujan tak goyahkan tekad
Bahkan sesekali ia berlari
Berlari mengejar impian dan citanya
Untuk bersanding dengan Rab semesta alam dalam alam yang kekal
Yakni syurga...

3 komentar:

  1. guud,,
    ajaaarii bwt puisi yg bagus nenekk,, sekalian artikel..

    BalasHapus
  2. hihihi
    gampaaang... :D
    waani piroo???
    hha

    BalasHapus